-->

Cabang Kajian Geografi dan 60 Contoh Ilmu-Ilmu Penunjang Beserta Penjelasannya

- August 28, 2017
advertise here
advertise here
Geografi merupakan salah satu disiplin ilmu yang tentunya tidak dapat lepas dengan bantuan kajian ilmu-ilmu lainnya sebagai penunjang. Pasalnya, Geografi termasuk dalam kajian ilmu yang termasuk sangat luas. Hal ini seperti yang diuraikan makna Geografi dari asal bahasa Yunani, yakni kata Geo yang bermakna bumi dan Grafi atau Graphein yang berarti lukisan atau gambaran. Sehingga dapat ditarik pengertian sederhana sebagai ilmu yang mempelajari tentang gambaran permukaan bumi.

Geografi pada awal mulanya di perkenalkan oleh seorang bernama Erasthotenes (276-194 SM). Seiring perkembangan jaman yang menggiring perubahan pengetahuan terbarukan, membuat kajian ilmu Geografi semakin luas dan kompleks. Banyak para ahli dan pakar Geografi bermunculan membawa teorinya masing-masing yang menambah khasanah keilmuan Geografi semakin matang. Keberagaman ini berdampak terhadap pada upaya pengkhlasifikasian ilmu geografi sesuai dengan ranah kajian agar menghasilkan keakuratan. Salah satunya melingkupi pembedahan ilmu Geografi berdasarkan cabang dan ilmu-ilmu penunjangnya. Pasalnya, objek kajian yang dikaji Geografi semakin lama tidak semakin berkurang, melainkan semakin bertambah dan kompleks. Terutama pada objek fenomena alam dan manusia beserta keterkaitan diantara keduanya. Kompleksitas ini juga terpaut atas adanya paham aliran fisis determinis dan fisis posibilis. Karena luasnya objek kajian yang dipelajari ilmu Geografi inilah, maka muncul cabang-cabang Geografi sebagai upaya untuk dapat memberikan analisis-analisis yang mendalam terhadap objek yang dipelajarinya.
Grafis Geografi (sumber: hariansejarah.id)
Tokoh yang berusaha memberikan pandangannya dalam klasifikasi cabang-cabang ilmu geografi diantaranya adalah Hagget dan Huntington. Berikut sedikit uraian diantara keduanya.

Cabang Ilmu Geografi Menurut Hagget

Berdasarkan hasil klasifikasi kajiannya terhadap ilmu geografi, Hagget membagi cabang ilmu geografi ke dalam tiga kelompok besar, yaitu mencakup Geografi Fisik, Geografi Regional dan Geografi Manusia.

Geografi Fisik

Secara umum, Geografi Fisik merupakan salah satu cabang geografi yang diklasifikasikan guna mempelajri semua gejala fisik yang terdapat di muka bumi. Adapun contoh cabang-cabang ilmu penunjangnya yang termasuk dalam cabang geografi fisik diantaranya adalah Biogeografi, Hidrologi, Geologi, Geomorfologi, Kosmografi, Meteorologi, Klimatologi, Pedoogi, Oseanografi, dan lain-lain.

Geografi Regional

Regional dalam istilah lain sering di sebut dengan wilayah/daerah. Jadi, Geografi Regional pada pembagian cabang ilmu geografi yang mempelajari khusus terkait adanya ragam variasi persebaran gejala yang terdapat dalam ruang pada waktu tertentu, baik cakupan nasional, lokal, maupun kontinental. Secara umum, Geografi Regional masih dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
  1. Geografi Regional Berdasarkan Zonasi, cakupan yang terdapat di dalamnya yaitu Geografi wilayah arid, Geografi wilayah tropik, Geografi wilayah desa, Geografi wilayah kota, dan Geografi wilayah tropik.
  2. Geografi Regional Berdasarkan Kultur. Di dalamnya terdapat cakupan yang kajian yang meliputi geografi Kawasan Eropa, Geografi Kawasan Asia Tenggara, Geografi Kawasan Afrika, Geografi Kawasan Australia, dan Geografi Kawasan Amerika Selatan.

Geografi Manusia

Pada pembahasan Geografi Manusia, cakupan kajian keilmuannya sudah jelas berkaitan dengan objek keruangan manusia. Aspek yang dipelajari dalam cabang Geografi Manusia antara lain meliputi Geografi penduduk, Geografi Politik, Geografi Ekonomi, Geograi Pemukiman, Geografi Teknik, Penginderaan Jauh, Kartologi, SIG, dan lain-lain.

Cabang Ilmu Geografi Menurut Huntington

Berbeda dengan Hagget, Huntington membagi cabang ilmu geografi menjadi empat bagian, yaitu mencakup Antropogeografi (mempelajari manusia), Geografi Fisik (mempelajari faktor fisik alam), Pitogeografi (mempelajari flora) dan Zoogeografi (mempelajari fauna).

Selain cabang-cabang Ilmu Geografi yang disebutkan menurut Hagget dan Huntington di atas, tentu masih banyak lagi pembagiannya, seperti ada yang menyebut Cabang Geografi Fisik (Physical Geography), Geografi Manusia (Human Geography), Geografi Sosial (Social Geography), serta ada Geografi Teknik dan masih banyak lainnya. 

Ilmu-ilmu Penunjang Geografi dan Penjelasannya

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, Geografi merupakan salah satu ilmu yang begitu luas dan kompleks objek kajiannya, sehingga memungkinkan adanya cabang ilmu-ilmu penunjang untuk membantu dalam analisis di setiap kajiannya. Untuk itulah kita perlu mengetahui apa saja ilmu-ilmu penunjang Geografi beserta penjelasannya. Berikut contoh-contoh ilmu-ilmu penunjang Geografi beserta penjelasannya. 
  1. Antropogeografi adalah ilmu yang mempelajari tentang persebaran manusia di muka bumi dalam hubungannya dengan lingkungan Geografi.
  2. Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari tentang persebaran hewan maupun tumbuhan di muka bumi serta faktor-faktor yang mempengaruhi, membatasi, & menentukan pola persebarannya.
  3. Demografi adalah ilmu yang mempelajari tentang kependudukan, yang terdiri dari jumlah, komposisi, pertumbuhan, serta migrasi penduduk.
  4. Geografi Ekonomi adalah cabang ilmu geografi manusia yang mempelajari berupa struktur keruangan aktivitas ekonomi. Titik berat kajiannya pada aspek keruangan struktur ekonomi masyarakat yang meliputi dalam bidang industri, pertanian, transportasi, komunikasi, perdagangan, jasa dan lain sebagainya.
  5. Geografi Permukiman adalah cabang ilmu geografi manusia yang mempelajari perkembangan permukiman di suatu wilayah yang ada di seluruh permukaan bumi. Ilmu geografi ini membahas mengenai kapan permukiman itu akan di huni, faktor apa yang mempengaruhi perkembangan dan pola permukiman serta bentuk permukimannya,
  6. Geografi Pedesaan adalah ilmu yang mempelajari tentang kondisi-kondisi wilayah pedesaan termasuk masyarakatnya dari sudut geografi.
  7. Geografi Kota adalah geografi yang mengkaji tentang keadaan wilayah kota termasuk masyarakatnya dari sudut geografi.
  8. Geografi Politik adalah cabang ilmu geografi manusia yang mempelajari aspek keruangan pemerintah atau kenegaraan yang meliputi hubungan regional dan internasional, pemerintah atau kenegaraan di permukaan bumi. Dalam ilmu geografi politik dijadikan sebagai dasar perkembangan dan hubungan kenegaaraan.
  9. Geografi Sosial adalah cabang ilmu geografi yanng mempelajari hubungan sosial dengan struktur keruangan yang membahas mengenai ilmu sosial. Geografi sosial mengkaji mengenai kesehatan dan perlindungan, kriminalitas dan kemiskinan, dan variasi pergerakan sosial.
  10. Geografi Manusia adalah ilmu yang mempelajari tentang aspek sosial, ekonomi, dan budaya penduduk.
  11. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial, dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.
  12. Geografi penduduk adalah ilmu yang mempelajari tentang jumlah penyebaran dan komposisi penduduk.
  13. Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk permukaan bumi & penafsirannya tentang proses terbentuknya permukaan bumi.
  14. Hidrologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang distribusi, pergerakan dan kualitas air di seluruh bumi. Orang yang menangani mengenai hidrologi disebut dengan hidrolog yan gbekerja dalam bidang ilmu bumi dan ilmu lingkungan, serta teknik lingkungan dan teknik sipil. Ilmu hidrologi juga menghasilkan fungsi air hujan bagi kehidupan makhluk hidup di seluruh dunia.
  15. Hidrogeologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang penyebaran dan pergerakan air tanah dalam tanah dan batuan yang ada di kerak bumi.
  16. Kartografi adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari mengenai pemetaan atau representasi permukaan bumi dengan bentuk simbol yang abstrak yang tidak banyak kontroversi. Kartografi yaitu menyebabkan meluasnya kajian geografi.
  17. Meteorologi adalah ilmu geografi yang sama-sama mempelajari mengenai gejala cuaca 
  18. Hidrometeorologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang perubahan ilkim yang terjadi yang mencakup luas seluruh rentan sejarah bumi.
  19. Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang iklim, yang terdiri dari sebab terjadinya serta pengaruhnya terhadap bentuk fisik & kehidupan di setiap wilayah.
  20. Pedologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tanah, yang terdiri dari proses pembentukan, jenis-jenis, serta persebarannya.
  21. Ilmu tanah adalah ilmu geografi yang mempelajari sifat-sifat fisik tanah dan segala sesuatu yang berhubungan dengan jenis tanah yang ada di alam.
  22. Geologi yaitu ilmu geografi yang mempelajari tentang suatu ilmu bumi berdasarkan struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, komposisinya dan proses pembentukannya atau yang biasa di sebut dengan ilmu batuan.
  23. Geofisika adalah ilmu geografi yang mempelajari mengenai sifat-sifat bentuk bumi, seperti reaksi terhadap gaya, bentuk-bentuk bumi, dan medan potensial bumi (medan magnet dan gravitasi). Selain itu geofisika juga menganalisis interior bumi seperti inti, mantel bumi, kulit bumi dan kandungan-kandungan alaminya.
  24. Geologi sejarah adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang rekontruksi dan memahami sejarah bumi dengan menerapkan prinsip-prinsip geologi. Geologi sejarah ini berfokus pada proses-proses geologi dan evolusi tumbuhan dan binatang selama waktu yang berbeda dalam skala waktu geologi.
  25. Geologi struktur adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang distribusi 3 dimensi tubuh batuan dan permukaan nya secara lengkap serta susunan internalnya.
  26. Geologi ekonomi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang berhubungan dengan material bumi yang dapat berfungsi untuk tujuan ekonomi atau industri.
  27. Geologi rekayasa- Geologi rekayasa adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang ilmu geologi yang melakukan penerapan dalam bidang praktek rekayasa sebagai tujuan untuk menjamin faktor-faktor geologi yang mempengaruhi lokasi , konstruksi, desain, operasi dan perawatan pekerjaan rekayasa yang sudah dipersiapkan dengan matang.
  28. Geologi lingkungan adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang pengelolaan sumber daya dan hidrogeologi yang diantaranya mineral, bakar fosil, air dan tata guna lahan.
  29. Geokimia adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang komposisi-komposisi kimia bagian dari bumi.
  30. Geologi laut adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang geologi dasar laut dan termasuk tektonik lempeng.
  31. Oseanografi adalah ilmu geografi yang mempelajari ilmu yang mempelajari secara detail mengenai samudera dan lautan seperti struktur salinitas, pencampuran, arus rekayasa laut,ombak, sedimen kelautan dan lain-lain sebagainya.
  32. Oceanografi fisika adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang ciri fisik samudera, seperti suhu salinitas, ombak, pencampuran, pasang dan arus rekayasa laut.
  33. Oceanografi kimia adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang ilmu kimia samudera dan interaksi kimianya dengan atmosfer.
  34. Oceanologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat fisik dan kimia air laut.
  35. Pengindraan jauh adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala ataupun geografi pada suatu tempat dengan memakai suatu alat dengan manggunakan bantuan media penginderaan jaun tanpa melakukan kontak secara langsung terhadap lokasi yang di amati.
  36. Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah ilmu yang mempelajari tentang tata cara membuat peta secara komputasi dengan tahap-tahap input data, proses & manajemen data, serta output data.
  37. Pitogeografi adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari mengenai tanaman.
  38. Zoogeografi adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari mengenai hewan.
  39. Antropogeografi adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari mengenai manusia.
  40. Geodesi adalah cabang ilmu yang mempelajari mengenai pengukuran serta pemetaan permukaan bumi dan dasar laut.
  41. Glasiologi adalah cabang ilmu yang mempelajari mengenai tentang sifat-sifat fisika dan kimia yang berasal dari es dan salju.
  42. Ilmu atmosfer adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang bagian gas dari bumi atau atmosfer yaitu diantara permukaan bumi sampai ke lapisan eksofer. Ilmu atmosfer memiliki cabang utama yaitu klimatologi, meteorologi, aeronomi.
  43. Kimia atmosfer adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang kimia atmosfer bumi dan planet-planet lain. Dalam bidang multidisiplin atmosfer melibatkan fisika, meteorologi, kimia lingkungan, pemodelan komputer, geologi, oseanografi, vulkanologi dan bidang-bidang lainnya. Penelitian yang dilakukan berhubungan dengan bidang ilmu lain seperti klimatologi (cuaca).
  44. Biogeografi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang keanekaragaman hayati yang berdasarkan ruang dan waktu. Biogeografi memiliki tujuan untuk mengungkapkan mengenai suatu organisme dan sesuatu yang mempengaruhinya.
  45. Paleontologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang sejarah kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi seperti hewan dan tumbuhan yang sudah di masa lampu dan sudah menjadi fosil.
  46. Mikropaleontologi adalah cabang ilmu yang mempelajari mikrosofil yang hampir sama dengan paleonotologi.
  47. Geomikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang mempelajari interaksi mikroskopis dengan lingkungan anargonik yang bentuknys seperti batuan sedimen.Geomikro biologi merupakan gabungan dari geologi dan mikrobiologi dan biasanya geomikrobiologi berhubungan dengan mikroorganisme yang dalam akuifer dan suplai air minum pada umumnya.
  48. Limnologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang kajian menyeluruh mengenai kehidupan yang makhluk hidup yang ada diperairan dara. Keseimbangan bagi biologi perairan darat yang terutama perairan tawar. Bahkan dalam lingkup kajiannya sampai bisa mencakup perairan payau.
  49. Sedimentologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang terbentuknya lapisan tanah yang diakibatkan karena pengendapan tanah yang akan menyebabkan perpindahan ke tempat lain.
  50. Geokronologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang untuk menentukan umur absolut batuan, sedimen dan fosil dalam tingkat ketidakpastian tertentu yang ada pada metode yang digunakan.
  51. Mineralogi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang proses dan pembentukan mineral yang meneliti struktur kristal, sifat kimia, dan fisika dari mineral.
  52. Kristalografi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang percobaan sains yang digunakan untuk menentukan susunan atom dalam zat padat.
  53. Petrologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang batuan dan kondisi pembentukannya
  54. Vulkanologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang gunung berapi, magma, lava, serta fenomena geologi yang masih berhubungan. Fenomena Vulkanologi salah satunya  adalah gunung tertinggi di indonesia
  55. Seismologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gempa bumi.
  56. Edafologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang ilmu kesuburan tanah. Edafologi merupakan ilmu tanah yang mempelajari peran tanah yang berfungsi sebagai pendukung kehidupan makhluk hidup terutama pada tumbuhan.
  57. Palinologi adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang polinomorf yang ada saat ini dan fosilny. Yang diantaranya sepura, serbuk sari, dinoflagelata, kista, acritarchs, chitinozoa, dan scolecondont. Yang bersamaan dengan partikel material organik serta kerogen yang terdapat pada sedimen dan batuan sedimen.
  58. Stratigrafi adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang ilmu sejarah yang membahas mengenai komposisi dan umur relatif serta distribusi pelapisan tanah dan interpretasi lapisan-lapisan batuan untuk menjelaskan sejarah bumi.
  59. Geografi regional adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang deskripsi yang menyeluruh antara aspek manusia dan aspek alam (lingkungan) yang mengenai interelasi, interaksi,  integrasi, dinatara aspek alam dan manusia.
  60. Biologi laut adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang ilmu mengenai tumbuhan, binatang, dan mikrobe(biota), samudera dan interaksi ekologi mereka.
Copywriter: Ahmad Syaiful Hidayat, S. Pd
*Tulisan disarikan dari berbagai sumber

Advertisement advertise here


EmoticonEmoticon


 

Start typing and press Enter to search